Senin, 23 Februari 2015

Hard Work VS Smart Work !



Lihat gambar disamping. Apakah anda sudah dapat menjelaskan kepada saya apa itu kerja keras dan apa itu kerja cerdas? Dua gambar di samping ini adalah ilustrasi bagaimana burung itu berusaha untuk mendapatkan air dalam bejana untuk ia bisa minum. Burung Gagak (katakanlah jika jenis burung ini adalah Gagak) melakukan usaha dengan meletakkan batu-batu kecil dengan paruhnya ke dalam bejana dengan harapan lama kelamaan batu-batu yang ditumpuk itu membuat air yang berada di seperempat bawah bejana akan terangkat keatas dan terjangkau oleh paruhnya untuk kemudian diminum. Lama kah pekerjaan ini? Dan berapa banyak batu yang harus dikumpulkan agar air ke atas? Kerja kayak begini pasti lama, apalagi mengumpulkan batu-batunya yang belum tentu ada disekitar situ. Capek dehh!. Bandingkan jika burung Gagak tersebut melakukan usaha seperti gambar di sebelah kanannya. Ia menggunakan alat sedotan (pipet) yang panjang untuk menjangkau air untuk dapat meminumnya. Cerdas bukan!. Dengan menggunakan alat yang tepat dan usaha yang minimal tidak perlu bersusah payah, maka dengan waktu yang singkat burung tersebut dapat merasakan nikmatnya air dan mengobati kehausannya. Jadi apa itu kerja keras dan apa itu kerja cerdas? Sudah tahu ‘kan sekarang. 


Per definisi kerja keras adalah bekerja dengan waktu yang cukup lama dan menggunakan energi sebesar mungkin. Untuk dapat mendapatkan energi yang besar berarti kita harus fokus dan fokus memang membutuhkan energi yang besar. Sedangkan definis kerja cerdas adalah bagaimana kita bekerja se-efesien mungkin dengan hasil yang lebih besar untuk usaha yang sama. Atau hasil yang sama dengan usaha yang lebih sedikit. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan menggunakan leverage atau alat (tools) bantu atau alat  ungkit. Seperti ilustrasi diatas burung Gagak menggunakan sedotan (sebagai alat bantunya) bukan dengan meletakkan batu-batu kecil untuk mendapatkan air dalam bejana. Walaupun batu itu juga termasuk alat bantu tapi tidak tepat.

Sekarang ini banyak para motivator mengatakan ‘Kerja cerdas lebih baik daripada kerja keras’ atau ‘tak perlu kerja keras lebih penting kerja cerdas’. Apakah betul demikian? Sebagian orang berpendapat betul adanya tetapi ada juga yang berpendapat tidak sepenuhnya benar. Terus terang jaman sekarang banyak teman-teman di luar sana sudah mengerti betul apa itu kerja keras dan apa itu kerja cerdas. Mereka melakukan hanya kerja cerdas saja karena memang diminati dan hasilnya luar biasa cepat. Instant! Tetapi kerja cerdas ditenggarai hampir sama dengan atau beda-beda tipis dengan licik. Kenapa? Karena saking ingin kerja cerdasnya dia menggunakan faktor pengungkitnya adalah temannya sendiri dan tanpa sadar temannya telah dimanfaatkan untuk dapat bekerja untuknya. Ini adalah cerdasnya! Tapi itu ngak apa-apa apabila teman kita tidak menyadarinya he..he..he.. Toh, dalam ilmu Management bukankah ada ajaran yang menyatakan bahwa sebagai Leader yang baik adalah dapat me-leverage pekerjaan kepada orang yang cocok dan mempunyai kompetensi yang sesuai. Kebetulan saja orang itu teman kita. Apakah kerja cerdas saja cukup? Menurut hemat saya secara pribadi kerja keras adalah lebih mulia ketimbang kerja cerdas, kenapa? Karena biasanya orang bekerja keras itu orang yang pantang menyerah dengan mengorbankan tenaga dan waktunya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Memang hasilnya tidak bisa instant tetapi umumnya akan bertahan lama dan dihargai orang karena usahanya. Adapun kerja cerdas menurut saya dapat dipelajari dengan mudah jika anda mempunyai ilmunya. Apa itu ilmunya? Ilmunya adalah banyak bertanya kepada orang yang ahli dan sudah berpengalaman (subject matter expert) dan gunakan prinsip SMART dalam menentukan target kerja. SMART adalah Specific (harus spesipik targetnya), Measurable (dapat diukur), Action (harus bertindak jangan NATO – no action talk only), Realistic (harus realistic dengan sumber daya yan ada) dan Time (tetapkah waktunya dengan jelas kapan). Selanjutnya adalah gunakan alat-alat dalam bekerja, apa itu? alat untuk bekerja cerdas sebagai Marketing adalah alat sales monitoring dan alat ukur lainnya yaitu PTP dan pipeline. Pastikan juga anda paham memakainya.

Suatu ketika teman baik saya yang tinggal di Paris dan sudah tinggal empat tahun di sana datang kembali ke Indonesia dan minggu lalu saya bertandang ke rumahnya dan mendengarkan cerita-cerita teman saya saat di Paris itu, mulai dari tempat tinggalnya, tempat rekreasinya, kendaraannya, alamnya, udaranya, orang-orang pekerjanya, gedung tempat kerjanya, menara Eifelnya, makanan dan minumannya, kesukaan orang Perancis bahkan french kiss-nya, dan ajaibnya hanya dalam dua jam saya tahu segalanya tentang Paris dari teman saya yang sudah empat tahun tinggal disana itu. Jadi saya tidak perlu repot-repot ke Paris untuk tahu tentang Paris cukup bertanya saja kepada orang yang sudah tinggal di sana. Itu termasuk kerja cerdas bukan!. Mengerti ‘kan maksud saya? Kalau belum, artinya anda belum cerdas he..he..he.. bercanda kok.



Happy Selling !

Minggu, 22 Februari 2015

Good - Cheap - Fast ! (Tentang Service)





Perhatikan kalimat di gambar samping ini.

Kami menawarkan tiga jenis Service:

BAIK - MURAH - CEPAT

Anda hanya dapat pilih dua diantaranya:

Service BAGUS DAN MURAH tapi tidak CEPAT

atau

Service BAGUS DAN CEPAT tapi tidak MURAH

atau

Service CEPAT DAN MURAH tapi tidak BAGUS


Mana yang anda akan pilih? Apakah betul layanan yang baik dan harganya murah pasti tidak cepat? Contohnya apa ya? Pertama misalnya anda makan di sebuah restoran dan anda sedang berdua dengan pacar anda dimana pelayannya ramah, tempatnya rapi, wangi dan tertib tetapi pelayannya mengatakan bahwa pesanan anda akan tersedia dalam waktu 2 jam apakah akan terima? Ada yang menjawab ngak apa-apa toh tujuannya bukan makan, tujuannya adalah bertemu dan bermesraan dengan kekasih anda jadi lama hidangannya ngak masalah. Tapi kalau kelamaan ya lapar juga toh! Kedua anda di restoran dimana pelayanannya ramah, tempatnya rapi, wangi dan tertib dan pelayannya mengatakan bahwa pesanan akan siap tersedia dalam waktu 10 menit tetapi harganya tiga kali lipat dari restoran yang biasa, apakah anda akan terima? Ada yang mengatakan ah, ngak apa-apa yang penting cepat dihidangkan uang ngak masalah. Iya kalau bagi yang punya uang banyak tetapi bagi yang uangnya pas-pasan berat juga loh!. Ketiga disituasi lain anda dalam restoran cepat saji dimana makanan dan minuman sudah tersedia tinggal makan saja tetapi makanannya dingin dan sudah lama walaupun harganya murah apakah anda mau? Ada yang mengatakan ah, ngak apa-apa ini sesuai dengan budget walaupun makanannya ngak sehat! Jadi anda pilih yang mana?. Maunya sih yang service nya bagus harganya murah dan deliverynya cepat. Tapi sayangnya ngak ada.

Bicara mengenai service atau layanan kepada nasabah sangat kompleks karena menyangkut system, produk, people, infrastruktur dan biaya. Kiblat dunia service adalah Singapore Airlines yaitu perusahaan penerbangan Singapore yang selalu membuat pelanggannya merasa puas dan ingin lagi dan ingin lagi menggunakan maskapai penerbangan ini walaupun harganya muahal banget. Artinya seperti kata orang, ada uang ada barang, ada uang anda senang, apakah begitu adanya? Jika dikatakan mahal harga ticket Singapore Airline lantas kenapa penerbangan perdana A380 dari Singapore ke Sydney pada tahun 2007 habis terjual hanya beberapa bulan sebelumnya bahkan satu tahun sebelumnya sudah ada yang pesan. Dan harganyapun selangit untuk naik “the Whispering Giant” kapal terbang ini. Terus bagaimana untuk penerbangan-penerbangan selanjutnya menggunakan pesawat yang super gede milik Singapore Airline ini apakah harga dan peminatnya turun atau berkurang? No way, tidak sama sekali! Bahkan customer rela antre beberapa bulan untuk naik pesawat komersil terbesar di dunia yang dimiliki Singapore Airline. Ini karena servicenya WOW!.

Dalam dunia service sekarang service yang dibilang berhasil dan spektakuler adalah jika nasabah mengekspresikannya dengan kata WOW! Setelah mendapatkan layanan dari kita, bukan dengan ekspresi OK karena kalau OK saja itu sudah umum dan sudah banyak yang bisa melakukannya atau sudah sesuai SOP (Standard Operating Procedure) yang ditetapkan perusahaan. Dampaknya nasabah hanya mengingat sekilas saja atau kesan dimemori ingatannya selintas saja. Lain jika mengekspresikannya dengan kata WOW! Maka akan menempel kuat di memori nasabah dan rasa itu pengen ada lagi bagi nasabah. Ingat penilaian service adalah bukan dari diri kita tetapi dari nasabah, nasabah yang mengekspresikannya. Sebagai informasi tingkatan dalam service saat ini yang di pakai adalah : pertama Huuu, kedua Aaargh, ketiga OK, keempat AHA dan kelima WOW.

Huuu .. adalah seperti ekspresi penonton sepakbola jika tim sepakbola kesayangannya kalah dan main mengecewakan. Kecewa banget penontonnya sampai-sampai memaki-maki pemain, official, pelatih dan bilang pecaat saja pemain goblok ituu.. (kasar memang) ekpresi ini adalah ekspresi yang paling ditakuti.

Aaargh .. adalah seperti ekpresi penonton sepakbola jika tim sepakbola kesayangannya kalah tetapi mainnya bagus. Kecewa sih kecewa tapi masih terhibur dengan permainan tim yang bermutu dan terlihat berjuangnya untuk memenangkan pertandingan. Biasanya penonton mengatakan aah.. sayang kita kalah karena dewi fortuna tidak berpihak kepada kita, seandainya saja..

OK .. adalah seperti ekspresi penonton sepakbola jika tim sepakbola kesayangannya bermain seri atau mempunyai score 0-0 dengan pemain lawan. Tidak kecewa tetapi tidak juga senang datar saja.

AHA .. adalah seperti ekspresi penonton sepakbola jika tim sepakbola kesayangannya menang 1-0 dengan tim lawannya. Senang karena menang. Lumayan hasilnya. Yang penting menang!

WOW .. adalah seperti ekspresi penonton sepakbola jika tim sepakbola kesayangannya berhasil menang dengan score 3 – 0 dengan tim tangguh yang kualitas pemainnya jauh empat atau lima tingkat diatas tim kita. Wow, hebat kali! Dan ini akan terkenang di memori penonton dan menjadi pembicaraan yang tidak henti-hentinya.

Untuk mencapai tingkatan WOW memang harus punya siasat, trik atau cara tersendiri agar nasabah terkenang dengan pelayanan kita sebagai marketing atau petugas front liner. Gimana caranya? Nah, pada kesempatan lain kita bicarakan yah, dahsyat deh pokoknya! Wow..

Happy Selling !

Senin, 16 Februari 2015

Carilah anak buah yang tepat !


PAY PEANUT GET MONKEY !

 
               
Diceritakan di benua Afrika ada suku bangsa yang suka menangkap dan memakan monyet. Cara menangkap monyet-nya adalah bukan di panah atau di tembak tetapi menggunakan alat yaitu berupa kendi (yaitu tempat air yang terbuat dari tanah liat atau gelas yang lehernya berlobang sempit tetapi ke dalam dasarnya luas dan lega). Disiapkan beberapa kendi dan sebagai umpannya adalah kacang. Kacang-kacang itu pertama-tama diletakkan di sekitar kendi agar monyet tertarik dan datang mendekat kemudian kacang lainnya diletakkan ke dalam kendi yang berlubang. Pada awalnya monyet setelah keadaan sepi mulai tertarik dan mendekat untuk mengambil kacang yang diletakkan diluar kendi. Setelah kacang di luar kendi habis kemudian monyet mengambil kacang yang ada dalam kendi. Dan apakah yang terjadi? Tangan monyet tidak bisa dilepaskan dari dalam kendi karena saat dikeluarkan tangannya ia mengenggam kacang sehingga terperangkap lah tangan monyet dan akhir kata sang monyet tersebut ditangkap oleh pemburunya dengan mudah. Cara berburu monyet inilah yang di kenal di Eropa dan menjadi istilah dalam dunia management “A pay peanut get monkey” yaitu jika mau dapat monyet kasihlah kacang.

 
Minggu lalu dalam kelanjutan training saya oleh Markplus dalam sesi materi Tactical Execution (Eksekusi yang taktis) Coachnya mengajarkan bahwa setelah kita mempunyai konsep yang bagus dan telah mempunyai strategy jitu lantas eksekusinya bagaimana? Karena persoalan eksekusi menjadi hal yang mendasar dan  penting untuk dapat menerapkan langkah selanjutnya di lapangan dan hal itu diperlukan sumber daya yang mumpuni. Bicara masalah sumber daya tentunya adalah SDM itu sendiri yang memiliki porsi terbesar untuk keberhasilan dari strategy dan tujuan yang dicanangkan. Selain kita sebagai pemimpin yang mempunyai konsep, menurut pelatih adalah yang penting dan sangat penting malah,  adalah kita mempunyai anak buah atau staf yang handal atau yang jago atau yang pintar untuk bertindak (action) di lapangan.  Karena jika anak buahnya jago sementara atasannya sedang-sedang saja maka yang terjadi anda sebagai pemimpin akan terlihat jago. Ya, betul jago memilih anak buah! Ini adalah rumusannya carilah anak buah atau staf yang pintar bahkan kalau bisa lebih pintar dari anda sehingga selain mudah diarahkan juga menjadi kader pemimpin masa depan yang akan menggantikan anda.  Disisi lain jangan takut anda tersaingi, malah anda bangga jika anak buah anda bisa menjadi pemimpin tertinggi karena itu adalah hasil didikan dan bimbingan anda. Percayalah jika anak buah anda menjadi pemimpin dia tidak akan lupa kepada gurunya. Seperti pelatih mengatakan keberhasilan seorang pemimpin adalah mengantarkan staf atau anak buahnya mencapai posisi tinggi atau menjadi pemimpin seperti dirinya. Dalam agama andapun dapat pahala.

Tak ada prajurit yang jelek yang ada adalah komandan yang tidak becus” kutipan pernyataan ini dikenal dalam dunia militer. Artinya sebagai leader, staf atau anak buah anda adalah hasil didikan dan hasil ajaran dari pemimpinnya. Betul atau salah anak buah adalah betul salahnya dari pemimpinnya. Tapi enaknya disisi lain anda sebagai bos atau pemimpin punya “rules” juga yaitu: “1. Bos always right 2. If bos wrong see number 1” jadi ngak pernah salah dong bos kepada anak buahnya! Ha..ha..ngak betul ya yang seperti ini. Karena dalam dunia kerja tentu ada aturan main atau ada SOP (standard operating procedure) yang harus ditaati bersama.
 
 Lantas jika kita sudah tahu bahwa tujuan, konsep dan strategy akan terlaksana dengan baik jika dijalankan oleh anak buah yang jago alias pintar maka jawabannya adalah carilah SDM yang tepat. Tapi perlu diketahui, bukankah SDM yang jago dan berpengalaman biasanya mahal di pasaran? Sementara kalau yang sedang-sedang saja harganya murah? Memang rumusan ini sering terjadi di dunia kerja tetapi yang lebih penting adalah SDM yang mempunyai pengalaman, pengetahuan, ketrampilan, kompetensi dan attitude yang baik serta ini yang lebih penting yaitu yang sesuai dengan kebutuhan kita. Kalau belum butuh ya buat apa! Betul tidak?.

Happy Selling !

Jumat, 06 Februari 2015

Keluar dari Comfort Zone!



SINGA VS KAMBING !

"Seratus kambing yang dipimpin seekor singa akan jauh lebih berbahaya ketimbang seratus singa yang dipimpin oleh seekor kambing". Kalimat ini diucapkan oleh Diplomat Perancis Charles Maurice de Tallyeyrand. Saya membayangkan apa sih maksud kalimat ini? Apa jadinya kambing di pimpin oleh seekor singa. Gambaran saya kambing–kambing itu pasti ketakutan karena pemimpin mereka mahluk yang buas, memiliki taring dan kuku tajam yang bisa mengoyak. Aumannya pun memekakkan telinga. Sementara kambing digambarkan sebagai binatang yang lemah, tidak memiliki taring, makan hanya rerumputan dan bisanya mengembik. Eiit, jangan salah rupanya kambing yang tidak punya taringpun jika dipimpin oleh singa akan mempunyai nyali dan berotot serta aumannya seperti singa yang berwibawa. Tetapi sebaliknya singa yang menyeramkan bisa menjadi lembek dan lemah gemulai sepanjang mereka hanya dipimpin seekor kambing.


Ya, itulah kalimat pembuka dalam buku terbitan Gramedia berjudul "Agility" (Ketangkasan) yang dikarang oleh Prof. Rhenald Kasali, Phd. Menarik karena buku ini terbit diawal tahun 2015 di saat Indonesia diramalkan akan mempunyai pertumbuhan 5,7% dan membaiknya iklim investasi dan perekonomian yang membaik dibandingkan tahun lalu. Sumbangan penghematan bahan bakar minyak dan menurunnya harga minyak dunia bisa dikatakan anugerah bagi Indonesia. Sektor industri yang akan dibangun juga sudah dijelaskan dalam RPJMN (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional) yaitu menekankan kepada Infrastruktur, Energi, Maritim dan Pertanian. Bagi industri perbankan jelas merupakan peluang untuk ikut mensukseskan pembangunan yang dilakukan pemerintah ini yaitu dalam hal pembiayaan-pembiayaan pada sektor-sektor yang tersebut diatas. Sebut saja salah satunya pembangunan jalan tol lintas Sumatera (Lampung – Palembang), jalan tol Medan Tebit Tinggi, jalan tol Cikampek – Cirebon (di jawa) belum lagi industri perikanan dan turunannya (gudang penyimpanan, industri perikanan dan sebagainya). Dan industri-industri lainnya yang dibidik pemerintah. Artinya Indonesia memasuki middle income dan biasanya terperangkap dalam inti permasalahan yang dihadapi bertahun-tahun yaitu apalagi kalau bukan zona nyaman (comfort zone).

Diceritakan bagaimana lincah dan tangkasnya Jusuf Kalla ngotot untuk memindahkan bandara Polonia Medan yang padat penduduk disekitarnya ke bandara Kualanamu seperti sekarang. Tetapi tak ada yang bergerak? "Tanahnya sudah ada sejak 15 tahun lalu, mengapa tak dibangun juga?", kata pak JK saat itu. Ia mendatangi penduduk, memimpin pembebasan tanah, menaikkan biaya ganti rugi, menemui pimpinan PTP yang tanahnya dipakai sampai dengan desain bangunannya yang diperebutkan oleh dua budaya yang sama kuatnya yaitu Melayu dan Batak. JK bergerak dan mengaum karena terhentak oleh jatuhnya pesawat Mandala Air RI091 yang menewaskan semua penumpang termasuk gubernur Tengku Rizal Nurdin yang lepas landas dari Polonia. Kelihaian JK inilah seperti singa yang ligat dan tangkas. Moral story cerita JK ini adalah janganlah masalah terkubur berlarut-larut. Asahlah kelihaian anda. Lihatlah yang terjadi disekeliling anda dan carilah peluang di lapangan sehingga anda terlahirkan bak pemimpin setangkas singa sekaligus membangun kambing-kambing jinak untuk mengaum.

Hal lain yang sebaliknya, ketika ratusan singa dipimpin oleh seekor kambing. Pemimpin yang lembek, bermental passenger, hanya berwacana, mengerjakan hal-hal rutin, tidak berani keluar zona nyaman (
comfort zone) dan tidak memiliki visi. Alih alih membawa cabang atau organisasi di bawah kita pada kesuksesan, eh malah mundur. Bawahannya yang kita pikir "buas seperti singa" karena lulusan sekolah hebat dan masuk dalam generasi Y yang melek teknologi malah justru akan mengembik seperti kambing. Singa inferior yang ompong. Pemimpin ini terbelenggu pada zona nyaman. Datang ke kantor hanya melakukan dan memeriksa hal-hal rutin. Padahal, keajaiban-keajaiban bisnis justru ditemukan di luar zona nyaman. Mungkin inilah dasar SDM kita umumnya yang sejak kecil tidak terlatih keluar dari zona nyaman. Pemimpin yang terperangkap di zona nyaman biasanya enggan mencari jalan baru, enggan bergerak agar perusahaan lebih berkembang.

Memikirkan keluar zona nyaman untuk memperbaiki iklim kerja adalah PR bagi para pemimpin sendiri. Diperlukan tantangan dan pemikiran yang strategis untuk membuatnya.

Ini adalah sekedar contoh saja untuk pribadi, keluar dari zona nyaman memang ngak gampang. Justru itu tantangannya. Teman saya mencari tantangan keluar dari zona nyaman dengan naik sepeda setiap hari ke kantornya selama sebulan. Teman saya yang lain menurunkan berat badannya dengan tidak makan nasi selama tiga bulan. Saya sendiri yang biasanya malas jalan sekarang setiap seminggu tiga kali latihan berlari 5 km untuk ikut half marathon September nanti di Bali. Yang penting tantanglah diri kita untuk melakukan hal-hal yang kreatif yang tidak terpikirkan awalnya tetapi akan memperbaiki kualitas hidup dan pekerjaan kita. Demikian.
Happy Selling ! 

Generasi Y!



DINOSAURUS VS BUAYA!

Beberapa minggu terakhir ini saya tertarik dengan perbincangan mengenai Generasi Y (Y Generation). Yaitu Generasi yang lahir mulai tahun 1982 s.d. 2000. Mereka adalah keturunan dari Generasi X (Gen X) dan Generasi baby boomers. Generasi X atau disebut juga baby bust yaitu mereka yang lahir tahun 1964 s.d. 1982. Sementara generasi baby boomers adalah mereka yang lahir antara tahun 1946 s.d. 1964. Istilah generasi baby boomers merujuk pada angka kelahiran yang tinggi akibat selesainya perang dunia kedua. Setelah itu tingkat kelahiran turun dan muncullah generasi X dimana mereka mempunyai tingkat pendidikan yang lebih tinggi dari generasi baby boomer sebelumnya. Gen X dan Generasi Y adalah generasi yang melek internet dan menganggap internet adalah sebagai media yang tidak perlu ahli untuk menggunakannya. Ciri-ciri generasi X (berumur antara 34 hingga 46 tahun) dan generasi Y (berumur antara 13 hingga 33 tahun) adalah mereka menginginkan kebebasan membuat pilihan dan bersuara, menghargai keterbukaan, ketulusan dan integritas. Menjaga hubungan baik satu sama lain, sangat interaktif dan menginginkan segala sesuatu dengan cepat. Generai X dan Y disebut juga generasi Millenium. Mereka pemakai media sosial yang fanatik dan dalam kehidupannya sangat terpengaruh dengan perkembangan teknologi. Mereka lebih terbuka dengan pandangan politik dan ekonominya sehingga mereka sangat reaktif terhadap perubahan lingkungan yang terjadi disekelilingnya.
 
 
Dalam dunia pekerjaan generasi Y itu lebih banyak harapannya kepada perusahaan, mereka menginginkan perusahaan yang mempunyai tujuan yang jelas, apabila mereka berhasil dengan baik mereka menginginkan adanya umpan balik saat itu juga. Para atasannya dituntut mampu memberikan pekerjaan yang jelas kepada generasi Y ini, harus memberikan kesempatan penghargaan apabila mereka mampu melakukan suatu tindakan yang beresiko tinggi atau berhasil melakukan inovasi. Kalau tidak, mereka akan meninggalkan perusahaan dengan seenaknya dan mencari pekerjaan lain yang sesuai kehendaknya. Memang harus punya perhatian yang khusus jika anda punya tim sebagai Y Generation.
Kenapa demikian kita harus perhatikan generasi-generasi penerus kita? Dan kenapa kita harus mengikuti perkembangan teknologi dan melek terhadap mereka? Padahal kita mengikuti perkembangan saja, kita masih ketinggalan teknologi apalagi kalau tidak mengikuti! Wah, jadi Dinosaurus kita. Kenapa seperti Dinosarus? Ceritanya begini.
Dinosaurus! Ya kita pasti tahu apa itu binatang Dinosaurus yaitu binatang yang hidup ratusan tahun lalu penguasa dunia pemakan segala rupa pemenang pada jamannya. Tiada tandingnya. Tetapi tahukah anda mengapa Dinosaurus sebagai penguasa mahluk di dunia itu bisa punah? Jawaban yang umumnya kita dengar adalah karena jatuhnya meteor dan asteroid atau benda langit yang jatuh ke atmosfir bumi yang sangat besar sehingga terjadi ledakan yang sungguh dahsyat seperti bom atom yang memusnahkan semua binatang dan mahluk hidup termasuk Dinosaurus di dalamnya. Teori lain menyebutkan Dinosaurus punah karena akibat aktivitas gunung berapi atau vulkanik yaitu menyemburnya udara sangat panas sehingga memusnahkan mereka. Yang mana teori yang betul dari kedua teori tersebut belum bisa dibuktikan dengan jelas. Tetapi tahukah sesungguhnya Dinosaurus punah? Ini jawaban yang banyak diyakini oleh tidak sedikit orang, yaitu mereka punah karena TIDAK BISA BERADAPTASI dengan perubahan tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan. Dan apa bedanya dengan Buaya? kan mereka juga binatang primitif tetapi mengapa Crocodile bisa bertahan hidup dan berevolusi sampai sekarang? Karena Crocodile rupanya binatang yang selalu dan bisa beradaptasi dengan perubahan alamnya. Pertanyaannya apakah kita mau menjadi Dinosaurus atau menjadi Buaya? Tapi bukan buaya darat yah! Buaya memang selalu di gambarkan dengan buas, liar dan pemangsa. Tapi disisi lain ada sisi baik yang kita pelajari dari BUAYA yaitu BUAYA tidak punah karena bisa BERADAPTASI. Titik.


Happy Selling!

Kamis, 05 Februari 2015

Kaca jendela yang kotor!



MIRROR OH MIRROR !

Pernah dengar cerita ini?


Suatu hari di pagi hari, ditengah sarapan, seorang istri melalui jendela kaca melihat tetangganya sedang menjemur pakaian. "Cucian tetangga kita kelihatan ngak bersih ya Pah..", kata sang istri, "Sepertinya tetangga kita itu ngak tahu cara mencuci yang bener, mungkin dia perlu sabun yang lebih mahal tuuh!". Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun. Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya. Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, si istri lalu berseru kepada suaminya, "Pak, liat deh, sepertinya dia sudah mau belajar nyuci tuh..bagus dehh!". Sang suami berkata , "Aku bangun pagi-pagi sekali hari ini untuk MEMBERSIHKAN JENDELA KITA yang sudah kotor dan buram, pakaian mereka nampak kurang bersih karena kita melihatnya dari jendela yang sudah lama tidak dibersihkan ini..".
 
 
Cerita diatas menginspirasi saya untuk menulis dengan judul diatas. Cermin atau kaca gunanya adalah untuk melihat gambar yang dipantulkannya. Setiap hari dan bisa lebih dari tiga kali kita menggunakan cermin untuk melihat wajah kita, bentuk badan, rambut dan lain sebagainya. Apalagi untuk pekerja seperti kita tentunya penampilan adalah yang utama dan untuk melihat penampilan rapi atau acak-cakan di diri kita dan tampak diri kita tentunya kita gunakan cermin. Cermin selalu mengatakan apa adanya dan tidak pernah bohong. Kecuali dalam film


"Mirror Mirror" dimana Julia Roberts berperan sebagai The Evil Queen yang mempunyai cermin yang selalu berbohong mengatakan bahwa the evil queen cantik dan bahkan melebihi cantiknya Snow White (Lily Collins). Padahal the evil queen berwajah jelek. Hingga suatu saat the evil queen tahu kalau ternyata dirinya tidak cantik bahkan wajahnya menyeramkan akhirnya cermin itu pun dibelah dan dipecahkan!.

Sering kali dulu saat saya masih kuliah ada dosen saya yang ‘orang sumatera’ sebelum menerangkan materi kuliahnya pembukaannya biasanya diawali dengan kata-kata atau peribahasa. Contohnya seperti ini "Buruk rupa cermin dibelah" dan " Awak tak pandai berdansa lantai bergoyang disalahkan". Apakah artinya itu? Iya betul, maknanya adalah sebetulnya kelemahan dan keburukan yang didiri kita tetapi pihak lain yang kita salahkan. Ini sering terjadi pada kita karena pada prinsipnya manusia selalu ingin betul selalu ingin menang dan selalu ingin membuktikan dirinya lebih baik daripada yang lain. Tetapi ada anggapan juga bahwa sikap seperti itu merupakan bentuk pertahanan seseorang untuk mengungkapkan kelemahannya. Mana yang betul? Susah juga yah kalau sudah begini. Yang jelas instrospeksi ke dalam diri sendiri adalah yang betul. Kita sudah baik dan ingin menjadi lebih baik jika kita tidak merasa lebih baik daripada orang lain tentu lebih baik sikap ini dijalankan. Karena kalau sudah merasa lebih baik..nah mulai disitulah sebetulnya kita jadi tidak baik. Kenapa? Ya karena merasa sudah baik ngapain juga dengar kritikan atau masukan dari orang lain. Dan ini menjadi bahaya bagi diri kita karena akan menjadi maunya menang sendiri!.

 
Seperti dalam tulisan saya terdahulu tentang resolusi atau tekad dalam hati untuk merubah menjadi lebih baik dari sebelumnya sehingga rencana yang kita susun dan target yang telah ditetapkan tercapai yaitu salah satunya adalah memperbaiki diri sendiri. Lihat kekuatan dan kelemahan dan jadikan kelemahan adalah kekuatan kita. Lantas gimana caranya ya? Jawabannya adalah harus latihan. Latihan yang bagaimana? Dulu Bos saya memberikan tips untuk menjadi lebih baik adalah mengaca pada cermin dan katakan yang baik yang dimaui. Berkata pada cermin dan bilang "Saya hari ini lebih kuat, lebih rajin dan lebih baik" lakukan setiap anda mengaca pada cermin. Buat kalimat-kalimat jimat bagi anda. Kalau yang mau kurus bilang pada cermin sambil ngaca "Saya lebih langsing dari kemarin" lakukan hal itu setiap kali ngaca dan hasilnya anda akan menjaga makan anda dan sering berolah raga. Kalau mau capai target bilang pada cermin setiap kali anda ngaca dan bilang "Saya mau target saya tercapai" dan hasilnya anda akan fokus pada pencapaian anda. Ngak percaya? Coba lakukan...


Happy Selling !

Think out of the Box! Berpikir di luar kebiasaan



THINK OUTSIDE THE BOX !

Dalam suatu kesempatan training yang saya ikuti peserta diperintahkan oleh pelatih untuk menghubungkan 9 titik berbentuk kotak pada kertas gambar yang ditempelkan di papan tulis. Perintahnya adalah menghubungkan kesemua titik-titik tersebut dimana masing-masing titik harus dilalui oleh tarikan empat garis lurus yang tidak terputus. Bisakah? Jika kita hubungkan ke sembilan titik tersebut tanpa keluar dari kotak maka tidak akan bisa dihubungkan oleh empat garis yang tidak terputus. Tetapi jika garis yang kita tarik itu melewati atau keluar dari pola kotak yang ada maka dengan mudah kita dapat menghubungkan dengan empat garis lurus yang tidak terputus seperti gambar disamping. Bagaimana kalau dengan tiga garis yang tidak terputus?. Tetap bisa asalkan garis keluar dari kotak. Anda bisa mencobanya. Saya jamin pasti bisa. Nah, yang lebih ekstrem adalah bagaimana jika dengan tarikan satu garis saja tetapi semua ke-9 titik tersebut dapat berhubungan? Perlu pikiran kreatif untuk bisa memecahkan game ini. Dan hebatnya, salah satu peserta training dapat memecahkan pertanyaan sulit ini. Peserta ini berpikir sangat kreatif sekali bahkan memberikan inovasi diluar batas pemikiran yang biasa. Kok bisa, bagaimana Caranya? caranya adalah melipat-lipat kertas gambar tersebut sehingga ke-9 titik itu menjadi rapat dan membentuk satu garis kemudian tinggal tarik garis lurus saja. Kreatif dan inovatif bukan!. 

Dalam kehidupan dan pekerjaan kadang kita terkungkung dalam perangkap cara pemikiran yang biasa-biasa saja untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi. Permasalahan selalu ada dan bisa banyak, bahkan kadang datang tidak tepat waktu dan datang kepada siapa saja kepada mahluk yang masih hidup di dunia ini. Datangnya pun bisa bersamaan. Orang Inggris bilang Problems is never coming single (masalah datang tidak pernah sendirian) artinya masalah datang bersama teman-temannya. Masalah keluarga; pacar, suami, istri, anak dan saudara bisa bersamaan datangnya dengan masalah di kantor, di pertemanan, di organisasi bahkan masalah dengan dirinya sendiri. Contohnya: seorang Marketing yang tengah dilanda kedukaan karena putus sama pacarnya di lain pihak ada masalah target penjualan yang belum tercapai di bulan ini kemudian ada masalah sama temannya karena selisih pendapat belum lagi masalah motornya yang keserempet mobil tadi pagi plus masalah sakitnya gigi yang berlubang kumat. Ooh, nasib nasih kalau sudah begini. Lantas bagaimana? Ya hadapi saja karena semua masalah pasti melanda ke semua orang tinggal bagaimana cara memecahkannya. Cara yang sering digunakan adalah menggunakan skala prioritas yaitu yang mana yang mudah dan dapat cepat dilakukan dan mempunyai dampak yang minimal. Selanjutnya melakukan prioritas prioritas berikutnya. Yang penting jangan lari dari masalah. 

Kembali kepada lingkungan pekerjaan kantor jika menghadapi permasalahan yang rumit dipekerjaan anda atau di unit kerja anda dimana sepertinya masalah itu tidak dapat diselesaikan cobalah berpikir think outside the box (berpikir ke luar kotak) yang ada. Gunakan kreatifitas anda. Caranya cari informasi sebanyak banyaknya sebagai referensi. Dan yang lebih penting adalah bertanya kepada orang yang tepat yang sudah berpengalaman kemudian mulai gunakan otak kanan anda yaitu otak yang bekerja untuk berkreasi dan berfantasi. Cari ide-ide kreatif. Kalau perlu nyontek, karena ilmu yang paling mudah dan halal di dunia ini adalah nyontek dari orang lain. Ada singkatan ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) artinya tidak sekedar nyontek tetapi jika sudah nyontek kembangkan dan lakukan modifikasi sehingga menimbulkan inovasi. Jangan takut! inovasi-inovasi itu tidak harus datang dari yang baru. Sekian.

Happy Selling !